Alasan Pebisnis Menyukai Bagi Hasil Dari Bank Syariah

Sebelum di ciptakannya sebuah sistem perbankan, ternyata di dalam dunia perekonomian pada zaman Rasulullah SAW dahulu kala sudah menerapkan dengan fungsi utama nya mengenai perbankan modern. Dimana diantaranya yaitu dengan di ciptakannya sebuah sistem yakni menerima simpanan dana atau deposito dan menyalurkan dana serta melakukan transfer dananya.

Penerapan Bagi Hasil Dari Bank Syariah

Kerjasama diantara dua orang dan atau lebih di dalam hal permodalan, kepercayaan dan ketrampilan di dalam sebuah usaha tertentu ini dengan adanya pembagian dari keuntungan yang diperoleh dengan berdasarkan nisbah atau bagi hasil yang telah di sepakati dari pihak – pihak yang melakukan berserikat.

Sebagai pengingat bahwa perbankan syariah ini tidak menerapkan sebuah sistem bunganya di dalam aktivitas perbankannya karena bunga tersebut dianggap sebagai riba dan hukumnya pun haram di dalam agama Islam. Mak dari itu dalam bank syariah menggunakan sebuah prinsip untuk bagi hasil yang sah sesuai dengan agama Islam.

Perbedaan Yang Menjadi Alasan Memilih Sistem Syariah

Lalu apa perbedaan dari bunga bank konvensional dengan bagi hasil dari bank syariah. Dimana bank konvensional ini biasanya menjalankan perputaran bisnis dalam perbankannya karena ada suku bunga pinjamannya yang diberikan kepada para nasabahnya. Hal tersebut tentunya berbeda dengan adanya penerapan adanya sistem bagi bank syariah. Lalu bagaimana perbedaannya.

Faktor Pembeda Bunga Bank Konvensional dan Bagi Hasil Syariah

  1. Rasio Profitabilitas

Dimana menjadi penentuan tingkat dari suku bunga nya yang di buat pada saat akad dengan adanya pedoman yang harus selalu mendapatkan keuntungan. Untuk penentuan besarnya dari rasio bagi hasil ini dibuat pada saat sedang akad dan berpedoman dengan kemungkinannya untuk untung dan rugi.

  1. Profit

Besarnya dari prosentase dengan berdasarkan kepada jumlah modal atau uangnya yang mereka pinjamkan. Dimana besarnya dari rasio dari bagi hasil ini berdasarkan dengan jumlah keuntungannya yang dapat diperoleh.

  1. Pembagian Profit

Jumlah dari pembayaran bunganya yang tidak meningkat walaupun jumlah dari keuntungannya yang berlipat dan jumlah untuk pembagian labanya yang meningkat yang di sesuaikan dengan peningkatan dari jumlahnya.

  1. Resiko Bisnis

Dalam pembayaran bunga yang tetap seperti yang sudah dijanjikan dan tanpa adanya pertimbangan apakah proyek tersebut yang sudah di jalankan dari pihak nasabah nya akan untung dan rugi. Untuk bagi hasilnya tergantung dengan keuntungan dari protek yang sudah di jalankan dimana sekiranya tidak mendapatkan keuntungan maka nantinya kerugian akan ditanggung secara bersama dari kedua belah pihak.

Dari penjelasan di atas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa dengan menggunakan sistem bagi hasil dengan bank syariah ini mengedepankan pembagian dari resiko serta keuntungannya secara fleksibel dan dengan memandang akan resiko bisnis nya yang di hadapi serta total keuntungannya yang akan diraihnya.

Untuk para nasabah pada akhirnya akan memilih untuk menabung dan berinvestasi pada bank syariah dengan melihat sistem yang lebih adil tentunya. Salah satu dari contoh kasus KPR Syariah yang tidak berhasil untuk dapat dilunasi. Dari pihak bank syariah sendiri tidak dapat menyita rumah yang bersangkutan.

Akan tetapi menjualnya dan kemudian akan tetap memberikan sebagian dari keuntungannya tersebut kepada para nasabahnya. Akan tetapi di bank konvensional maka rumah tersebut nantinya akan disita sepenuhnya. Jika tertarik untuk dapat mengetahui mengenai apa saja dari bank syariah tersebut yang terbaik maka dapat mempelajarinya terlebih dulu.

Share Button